Pulo Bandring – Dalam rangka memperingati 10 Muharram 1448 H yang dikenal sebagai Hari Asyura, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pulo Bandring melaksanakan kegiatan penyuluhan keagamaan dengan mengangkat tema kepedulian sosial dan pentingnya memuliakan anak yatim. Kegiatan ini dilaksanakan di desa Taman Sari binaan Penyuluh Agama Islam KUa kec. Pulo bandring dan dihadiri oleh ibu-ibu jamaah majelis taklim setempat.
Penyuluh Agama Islam, menyampaikan bahwa momentum 10 Muharram hendaknya dijadikan sebagai sarana untuk meningkatkan keimanan sekaligus memperkuat rasa kepedulian terhadap sesama, khususnya anak yatim dan kaum dhuafa. Dalam ajaran Islam, menyantuni dan memperhatikan kesejahteraan anak yatim merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dan memiliki nilai pahala yang besar di sisi Allah SWT.
Dalam penyuluhan tersebut, masyarakat diajak untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW yang senantiasa menunjukkan kasih sayang kepada anak yatim. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman bahwa kepedulian sosial tidak hanya diwujudkan melalui bantuan materi, tetapi juga melalui perhatian, kasih sayang, serta dukungan moral yang dapat membantu anak yatim tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia dan berdaya saing.
Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Para peserta menyampaikan apresiasi atas materi yang disampaikan karena dinilai relevan dengan kondisi sosial saat ini serta mampu meningkatkan kesadaran untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan nilai-nilai kepedulian sosial yang diajarkan dalam Islam dapat terus tumbuh dan menjadi budaya di tengah masyarakat. Momentum Asyura tidak hanya menjadi peringatan keagamaan semata, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya memperkuat ukhuwah, berbagi kebahagiaan, dan menebarkan manfaat bagi sesama, terutama bagi anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari seluruh elemen masyarakat.