Kakankemenag Asahan Berikan Arahan Matang Jelang Peringatan HUT RI ke-81 di Rakor Lintas Sektor
Rakor dirgahayu RI
Loading...
Kisaran (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Asahan H. Abdul Manan, MA., menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam kegiatan pembinaan dan silaturahmi Bilal Mayit se-Kecamatan Air Batu, Selasa (04/08/26). Acara yang berlangsung khidmat tersebut dipusatkan di Aula Balai Desa Air Genting dan dihadiri oleh para petugas pemulasara jenazah dari berbagai desa di wilayah tersebut.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk perhatian dan upaya pembinaan berkelanjutan terhadap para pemulasara jenazah yang menjadi garda terdepan dalam menjalankan tugas keagamaan di tengah masyarakat. Kehadiran para Bilal Mayit dinilai sangat krusial dalam membantu warga memenuhi kewajiban sosial-keagamaan saat menghadapi musibah kematian.
Dalam bimbingan dan arahannya, Kakankemenag Asahan didampingi Kakua Simpang Empat menekankan pentingnya penyegaran wawasan keilmuan bagi para petugas pemulasaran jenazah. Ia menyampaikan bahwa forum ini merupakan sarana untuk memperbarui pemahaman agar tata cara pelaksanaan fardhu kifayah semakin sempurna dan sesuai dengan perkembangan kaidah keilmuan syariat.
"Hari ini, melalui kegiatan Bilal Jenazah, mari Bapak dan Ibu sekalian kita update kembali keilmuannya. Kehadiran kami di sini bukan berarti untuk menggurui, melainkan untuk bersama-sama menyegarkan kembali pemahaman yang sudah ada. Hal ini penting agar pelaksanaan tugas fardhu kifayah di tengah masyarakat bisa menjadi lebih baik lagi ke depannya," ujar Abdul Manan.
Selain menekankan aspek teknis tata cara pengurusan jenazah, Kakankemenag juga menyelipkan pesan moral dan spiritual yang mendalam bagi seluruh peserta. Ia mengingatkan agar proses pelaksanaan fardhu kifayah terhadap kerabat maupun warga tidak sampai mengaburkan ingatan akan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan oleh almarhum atau almarhumah semasa hidupnya.
Di akhir bimbingannya, Abdul Manan secara khusus menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh Bapak dan Ibu Bilal Mayit. Ia mengakui bahwa peran sebagai Bilal Mayit adalah tugas yang sangat mulia dan membutuhkan ketulusan hati, pengabdian, serta keikhlasan tinggi yang tidak semua orang sanggup menjalankannya.
"Terakhir, ucapan terima kasih saya sampaikan kepada Bapak dan Ibu Bilal Mayit yang sudah berkenan mengambil peran penting ini di tengah masyarakat. Semoga seluruh langkah, keikhlasan, dan niat tulus Bapak dan Ibu sekalian senantiasa mendapat keutamaan (fadhilah) serta ganjaran pahala yang berlimpah dari Allah SWT," pungkasnya.(FR)
Rakor dirgahayu RI
Rakor PAI
Pelatihan bilal mayit