Loading...

  • Rabu, 29 Juli 2026

Tiga Prinsip Doa Liturgis (Tria Principia Orationis Liturgiae) dalam Katolik: Sebuah Katekese dari Penyuluh Katolik

-

Oleh: Alb Irawan Dwiatmaja

Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan

 

Setelah membedakan ketiga jenis doa dan mengetahui ketiga sumber doa, maka perlulah untuk mengungkapkannya dalam perayaan yang tepat. Oleh karena itu, kita patut mengenal tiga prinsip doa liturgis (Tria Principia Orationis Liturgiae). Yang pertama, prinsip universalitas berarti liturgi yang dirayakan di suatu tempat berlaku sama dengan perayaan di tempat lain meskipun berbeda negara, keuskupan, paroki, stasi, atau lingkungan. Praktik berliturgi termasuk ritus-ritus di dalamnya secara universal berlaku sama dan dilakukan oleh siapa pun di seluruh penjuru dunia.

Yang kedua, prinsip unitas berarti liturgi dirayakan dalam kesatuan dengan sumber-sumber teks resmi Vatikan, tetapi juga memiliki kesatuan tata cara yang erat di antara kelompok-kelompok lokal yang ada. Prinsip ini membutuhkan sacramentum unitatis, yaitu sesuatu yang menunjukkan kesatuan dengan syarat seragam dan sama. Sebab sikap tubuh yang sama mencerminkan dan membangun sikap batin seluruh jemaat yang sama pula untuk merayakan liturgi kudus (bdk. PUMR 42).

Yang ketiga, prinsip khas ritus Katolik Roma yang ditunjukkan melalui otoritas yang berwenang, yakni takhta suci, konferensi para uskup, dan uskup diosesan. Penanggung jawab utama dalam liturgi adalah uskup sebagai imam agung. Perannya sebagai pembagi utama misteri-misteri Allah, pemimpin, penggerak dan penjaga. Selain itu, imam mengambil bagian dalam imamat Kristus dan di bawah otoritas uskup. Selanjutnya, diakon adalah pembantu uskup dan imam dalam diakonia yang meliputi liturgi, pelayan sabda,dan amal kasih (bdk. KHK Kan 1009 § 3). Yang terakhir, umat beriman kristiani lain juga bertanggung jawab melalui partisipasinya yang sadar, aktif dan menghasilkan buah.

Demikianlah ketiga aspek liturgi secara umum dapat kita ketahui sebagai sumber inspirasi untuk merayakan liturgi dan dapat menghayatinya serta menjadikannya kekuatan untuk melakukannya dalam hidup beriman kita bersama.

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 15 May 2024
Lihat Semua Post