Bimas Katolik Kemenag Asahan Koordinasi Pembelajaran Agama Katolik di SD Negeri 013819 Sei Lama
Asahan (Humas BimKat). Plt. Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja, bersama deng...
Loading...
Oleh: Alb Irawan Dwiatmaja
Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan
Setelah membedakan ketiga jenis
doa dan mengetahui ketiga sumber doa, maka perlulah untuk mengungkapkannya
dalam perayaan yang tepat. Oleh karena itu, kita patut mengenal tiga prinsip
doa liturgis (Tria Principia Orationis Liturgiae). Yang pertama, prinsip
universalitas berarti liturgi yang dirayakan di suatu tempat berlaku
sama dengan perayaan di tempat lain meskipun berbeda negara, keuskupan, paroki,
stasi, atau lingkungan. Praktik berliturgi termasuk ritus-ritus di dalamnya
secara universal berlaku sama dan dilakukan oleh siapa pun di seluruh penjuru
dunia.
Yang kedua, prinsip unitas
berarti liturgi dirayakan dalam kesatuan dengan sumber-sumber teks resmi
Vatikan, tetapi juga memiliki kesatuan tata cara yang erat di antara
kelompok-kelompok lokal yang ada. Prinsip ini membutuhkan sacramentum
unitatis, yaitu sesuatu yang menunjukkan kesatuan dengan syarat seragam dan
sama. Sebab sikap tubuh yang sama mencerminkan dan membangun sikap batin
seluruh jemaat yang sama pula untuk merayakan liturgi kudus (bdk. PUMR 42).
Yang ketiga, prinsip khas ritus
Katolik Roma yang ditunjukkan melalui otoritas yang berwenang, yakni takhta suci, konferensi para uskup, dan uskup diosesan. Penanggung jawab utama
dalam liturgi adalah uskup sebagai imam agung. Perannya sebagai pembagi utama
misteri-misteri Allah, pemimpin, penggerak dan penjaga. Selain itu, imam
mengambil bagian dalam imamat Kristus dan di bawah otoritas uskup. Selanjutnya,
diakon adalah pembantu uskup dan imam dalam diakonia yang meliputi liturgi,
pelayan sabda,dan amal kasih (bdk. KHK Kan 1009 § 3). Yang terakhir, umat beriman kristiani lain juga
bertanggung jawab melalui partisipasinya yang sadar, aktif dan menghasilkan
buah.
Demikianlah ketiga aspek liturgi
secara umum dapat kita ketahui sebagai sumber inspirasi untuk merayakan liturgi
dan dapat menghayatinya serta menjadikannya kekuatan untuk melakukannya dalam
hidup beriman kita bersama.
Asahan (Humas BimKat). Plt. Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja, bersama deng...
Asahan (Humas BimKat). Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan bersama perwakilan Gereja Katolik Paroki Sakramen Mahakudus K...
Asahan (Humas BimKat). Plt. Kepala Penyelenggara Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb. Irawan...