Loading...

  • Sabtu, 16 Mei 2026

Program BRUS, KUA dan Penyuluh Agama Kecamatan Kota Kisaran Timur Dorong Remaja Tangguh Dan Bebas Pernikahan Dini Di SMAN 1 Kisaran

Bimbingan Penyuluhan Remaja Usia Sekolah SMAN 1 Kisaran

Kisaran (Humas) Dalam rangka menghasilkan Remaja,  generasi muda yang tangguh, berkepribadian kuat, serta mampu menghadapi tantangan zaman, Kementerian Agama terus mendorong pelaksanaan program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Program ini merupakan salah satu Prioritas Nasional yang diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Bimas Islam Nomor 1012 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan BRUS.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (16/10/2025) di Aula SMAN 1 Kisaran dihadiri sekaligus Pemateri Ka KUA Junaidi S.Ag, MM, Kepala Sekolah SMAN 1 Kisaran H.Ramlan MM, Wakasek Nurbaiti, Penyuluh Agama Islam Raja Dedi Hermansyah, Makmur Hasibuan, Hasliza Lubis, Rina Mulyana, Penyuluh Keluarga Berencana Rohaya Ikhmar A.MKeb dan diikuti oleh para siswa yang antusias menerima materi dan pembinaan seputar pengembangan potensi diri, pembentukan karakter serta motivasi meraih cita-cita. Selain itu, program ini juga menjadi salah satu solusi konkret dalam mengantisipasi pernikahan dini yang masih marak terjadi di kalangan remaja.Ucap KA KUA Junaidi dalam Bimbingannya

Dalam kesempatan ini, Kepala Sekolah SMAN 1 Kisaran H.Ramlan MM , menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang diprakarsai oleh para penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kota Kisaran Timur Kemenag Asahan 

“Kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) ini merupakan langkah strategis dalam membentuk karakter dan kepribadian generasi muda kita. Melalui program ini, kami ingin membantu para siswa untuk mengenal potensi dirinya, membangun mental yang kuat, serta menjauhi pengaruh negatif seperti narkoba, seks bebas, bullying, dan pernikahan dini,” ungkapnya

Kordinator penyuluh Agama Islam Raja Dedi Hermansyah mengatakan Program BRUS juga menjadi respons atas maraknya problematika remaja saat ini, seperti perilaku seks bebas yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama, penyalahgunaan narkoba, praktik bullying, Pernikahan Dini hingga keterlibatan dalam geng remaja yang negatif.

Dengan pendekatan yang intensif, edukatif, dan berbasis nilai keagamaan, kegiatan ini diharapkan mampu membantu para siswa membentengi diri dari pengaruh negatif, memperkuat karakter, serta menjadi generasi yang sehat, tangguh, dan religius.(RH)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 13 May 2024
Lihat Semua Post