Bimas Katolik Kemenag Asahan Koordinasi Pembelajaran Agama Katolik di SD Negeri 013819 Sei Lama
Asahan (Humas BimKat). Plt. Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja, bersama deng...
Loading...
Asahan (Penyuluh Katolik News). Film
bukan saja sekedar hiburan untuk menghilangkan rasa jenuh terhadap rutinitas
harian. Film dapat dijadikan media untuk menyampaikan berbagai macam pesan atau
bisa menjadi alat propaganda. Film menjadi media yang baik di zaman sekarang
menyampaikan nasihat-nasihat atau ajaran budaya dan agama. Senin, 18 November
2024, Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan, Alb Irawan
Dwiatmaja, M.Fil. mengadakan nonton bersama ngeri-ngeri sedap untuk
kelompok binaan yaitu Bina Iman Remaja Katolik UPTD SMP Negeri 3 Simpang Empat
Desa Sungai Lama.
Pada awal penyuluhan, Irawan
mengajak kelompok binaan untuk menonton film ngeri-ngeri sedap. Irawan memilih
film ngeri-ngeri sedap karena memiliki banyak nilai adat, budaya, dan agama
yang banyak dianut Batak Toba. Adat, budaya, dan agama kelompok binaan adalah
Batak Toba dan Katolik. Irawan mengajak kelompok binaan untuk memetik
nilai-nilai yang terdapat di dalam film ngeri-ngeri sedap tersebut.
Penyuluh yang akrab dipanggil Wawan
menjelaskan, “Film ngeri-ngeri sedap ini tayang tahun 2022 dan sudah ditonton
banyak orang. Menurut saya, film ini sangat relevan dengan orang Batak Toba.
Setting tempatnya berada di sekitaran danau Toba. Budaya yang ditampilkan
adalah budaya Batak Toba.” “Pesan yang ingin disampaikan juga mudah ditangkap
yang dibungkus dengan komedi-komedi sederhana kehidupan orang Batak Toba
Kristen. Film ini menyajikan bagaimana liku-liku hidup dalam sebuah keluarga
Batak Toba Kristen,” lanjut Irawan.
Selesai menonton film, Irawan
menyuruh peserta menceritakan refleksi (kesan dan pesan) yang diperoleh. Dion
menyebutkan bahwa dia sangat terharu melihat pertengkaran antara anak dan orang
tua, Pak Domu dan keempat anaknya. Riani berpikir bahwa jodoh bukan harus sesama
orang Batak Toba tetapi terbuka dari suku lain. Alpino menangkap bahwa
bagaimanapun keluarga merupakan harta yang paling berharga dalam hidup. Irawan
berharap dengan menonton film ini, kelompok mengutamakan keluarga sebagai
tempat persemaian awal iman, pendidikan, cara bersikap, dll. (AW)
Asahan (Humas BimKat). Plt. Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja, bersama deng...
Asahan (Humas BimKat). Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan bersama perwakilan Gereja Katolik Paroki Sakramen Mahakudus K...
Asahan (Humas BimKat). Plt. Kepala Penyelenggara Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb. Irawan...