Bimas Katolik Kemenag Asahan Koordinasi Pembelajaran Agama Katolik di SD Negeri 013819 Sei Lama
Asahan (Humas BimKat). Plt. Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja, bersama deng...
Loading...
Asahan (Humas BimKat). Penyuluh
Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja melaksanakan
ibadat bersama untuk pertemuan ketiga pendalaman Bulan Kitab Suci Nasional
(BKSN) 2025 bersama kelompok remaja Katolik di UPTD SMP Negeri 2 Pulau Rakyat,
Desa Padang Mahondang pada Jumat, 26 September 2025. Wawan melaksanakan ibadat
BKSN yang ketiga dengan tema Umat Katolik yang Bermisi Membarui Relasi dengan Keluarga
dari Mal. 2:10-16. Wawan ingin para remaja dapat semakin hidup dengan benar
dengan berlaku setia kepada keluarganya, membangun dan memelihara soliditas keluarga
demi persekutuan gerejawi, dan melakukan aksi nyata membarui relasi dalam
keluarga mereka.
Pada pertemuan ketiga, para
remaja diajak untuk merenungkan nubuat Nabi Maleakhi yang harus berhadapan
dengan umat yang tidak peduli lagi dengan iman. Ketidakpedulian itu terungkap
dalam tindakan banyak suami Yahudi yang menceraikan istri mereka. Padahal dalam
perkawinan, Allah telah mempersatukan seorang laki-laki dan seorang perempuan dalam
ikatan kasih. Namun, mereka mengabaikan kebenaran ini dan menceraikan istrinya
kalau sudah tidak senang lagi kepadanya, dan ada perempuan lain yang dianggap
dapat lebih menyenangkannya. Banyak yang menceraikan istri Yahudi mereka supaya
bisa mengawini perempuan asing. Nabi Maleakhi mengingatkan mereka bahwa Allah
menghendaki kesetiaan dalam perkawinan. Ketidaksetiaan adalah dosa kepada
pasangan dan kepada Allah. Dalam
“Para saudara yang
terkasih. Pada pertemuan ketiga ini, kita akan melihat bahwa keluarga adalah
taman kasih yang dikehendaki Allah sejak awal penciptaan; di sanalah manusia
belajar mencintai dan setia. Kitab Maleakhi 2:10–16 menyingkapkan betapa
seriusnya Allah memandang relasi dalam keluarga, khususnya kesetiaan dalam
perkawinan. Tuhan menegur umat-Nya karena mengkhianati pasangan hidup mereka
dan menyakiti hati-Nya dengan menikahi perempuan penyembah ilah asing serta
menajiskan Tempat Kudus. Pengkhianatan terhadap istri menjadi tanda rusaknya
perjanjian kasih yang semestinya kudus. Tuhan menolak persembahan umat yang
tidak disertai kesetiaan sejati. Kasih dan kesetiaan kepada pasangan bukan
sekadar urusan pribadi, tetapi bagian dari iman dan ibadah sejati.”, jelas
Wawan.
Kesetiaan dalam keluarga menjadi cermin kasih Allah dan wujud nyata misi Gereja. Gereja bersukacita atas cinta yang tumbuh dalam keluarga, meskipun tak ada keluarga sempurna. Dalam kasih yang sejati, luka dapat dipulihkan dan relasi yang retak dapat diperbarui. Relasi yang sehat dan saling membangun di dalam keluarga merupakan buah dari kesetiaan dan juga kontribusi nyata bagi kehidupan Gereja dan masyarakat.
Dalam ibadat BKSN ini
Wawan menekankan, “Kita dipanggil untuk mengambil langkah konkret dalam
mewujudkan pertemuan ketiga ini yaitu menetapkan waktu makan bersama, membangun
kebiasaan doa keluarga, membatasi penggunaan gawai, dan menciptakan suasana
rumah yang hangat. Dari tindakan-tindakan sederhana inilah kesetiaan
dipelihara, cinta dikuatkan, dan keluarga menjadi tempat hadirnya Allah yang
penuh kasih.” (AW)
Asahan (Humas BimKat). Plt. Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja, bersama deng...
Asahan (Humas BimKat). Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan bersama perwakilan Gereja Katolik Paroki Sakramen Mahakudus K...
Asahan (Humas BimKat). Plt. Kepala Penyelenggara Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb. Irawan...