Inovasi Layanan Keagamaan: Kakankemenag Kabupaten Asahan Resmikan Ruang Konsultasi dan Inspirasi
Bimbingan Penyuluhan lintas Sektoral
Loading...
Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kementerian Agama Kabupaten Asahan Raja Dedi Hermansyah MM , MA mengajak para Penyuluh Agama untuk menempatkan posisi Penyuluh Agama sebagai perekat dalam misi menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Penyuluh Agama hendaknya dapat membangun sinergi yang positif dengan segenap elemen, harus mewadahi, dan jangan merasa paling benar.
Tempatkan posisi Penyuluh Agama sebagai perekat, bukan Provokator. Kembangkan komunikasi yang bagus untuk membangun sinergi yang positif dengan segenap elemen, harus mewadahi, dan jangan merasa paling benar,” kata Ketua IPARI Raja Dedi Hermansyah didampingi Penyuluh Agama Susilo disaat Kegiatan Rapat Penyusunan Program Perioritas Kementerian Agama Kabupaten Asahan Senin, 24 Pebruari 2025 Di Gedung Mutiara Kisaran.
Kakan Kemenag Kabupaten Asahan H. Abdul Manan MA mengatakan Sebagai bagian dari keluarga Kementerian Agama, Penyuluh Agama diminta untuk menginternalisasikan Lima Budaya Kerja Kementerian Agama dalam menjalankan tugasnya memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Masyarakat tidak memandang Penyuluh Agama itu pegawai atau tidak. Sehingga seorang Penyuluh Agama harus memberikan palayanan dengan baik. Mari wujudkan integritas dengan satunya hati, lisan dan perbuatan,” kata Kakan H.Abdul Manan
Penyuluh Agama harus selalu meningkatkan kompetensinya untuk menjadi seorang Penyuluh Agama yang profesional.
Sebagai Penyuluh Agama harus terus belajar, jika masih pas-pasan harus belajar. Yang ilmunya sudah besar agar ditularkan, kembangkan saling asah, asuh,” lanjut Kakan. (RH)
Bimbingan Penyuluhan lintas Sektoral
Bimbingan Penyuluhan Majelis Taklim
Bimbingan Penyuluhan Lintas Sektoral