Loading...

  • Selasa, 11 Agustus 2026

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan Letakkan Batu Pertama Pembangunan Ruang Taman Baca di MIN 7 Asahan

Peletakan Batu Pertama Taman Baca MIN 7 Asahan

Pertahanan (Humas)— Komitmen dalam meningkatkan budaya literasi dan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi peserta didik terus diwujudkan oleh madrasah. Salah satunya melalui pembangunan ruang taman baca di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 7 Asahan yang ditandai dengan kegiatan peletakan batu pertama oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan.Selasa (11/08/26)

Kegiatan peletakan batu pertama tersebut menjadi momentum penting dalam upaya pengembangan sarana dan prasarana pendidikan, khususnya dalam mendukung peningkatan minat baca serta kecintaan peserta didik terhadap ilmu pengetahuan. Kehadiran ruang taman baca diharapkan dapat menjadi salah satu fasilitas edukatif yang mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, terbuka, dan mendorong peserta didik untuk lebih gemar membaca.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan H. ABDUL MANAN, MA secara langsung melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan ruang taman baca. Prosesi tersebut turut disaksikan oleh Kepala Madrasah, para guru dan tenaga kependidikan, serta sejumlah pihak yang hadir memberikan dukungan terhadap pembangunan fasilitas literasi tersebut.

Peletakan batu pertama tidak hanya dimaknai sebagai dimulainya pembangunan sebuah gedung atau ruangan, tetapi juga menjadi simbol dimulainya langkah baru dalam membangun generasi madrasah yang memiliki budaya membaca, berpikir kritis, kreatif, dan berwawasan luas.

Ruang taman baca nantinya diharapkan dapat menjadi tempat yang nyaman bagi siswa MIN 7 Asahan untuk membaca berbagai jenis buku. Tidak hanya buku pelajaran, tetapi juga buku cerita anak, buku keagamaan, ensiklopedia, buku pengetahuan umum, serta berbagai bahan bacaan edukatif lainnya yang sesuai dengan usia dan perkembangan peserta didik.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan H. ABDUL MANAN,MA dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi terhadap upaya madrasah dalam mengembangkan sarana literasi. Menurutnya, pembangunan ruang taman baca merupakan bentuk perhatian terhadap kebutuhan peserta didik dalam memperoleh lingkungan belajar yang mendukung. Budaya membaca, lanjutnya, perlu ditanamkan sejak usia dini. Dengan terbiasa membaca, peserta didik akan memiliki kesempatan yang lebih luas untuk memperoleh pengetahuan, memperkaya kosakata, meningkatkan kemampuan memahami informasi, serta mengembangkan daya pikir dan kreativitas.

“Ruang taman baca ini hendaknya tidak hanya menjadi sebuah bangunan, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan literasi bagi peserta didik MIN 7 Asahan. Kita berharap anak-anak semakin mencintai buku dan menjadikan membaca sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Madrasah MIN 7 Asahan Dr. Hadi Rafitra Hasibuan, S.Ag., M.A menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta dukungan yang diberikan terhadap pembangunan ruang taman baca. Menurutnya, fasilitas tersebut merupakan bagian penting dari upaya madrasah dalam memberikan pelayanan pendidikan yang semakin baik kepada peserta didik. Pihak madrasah berharap pembangunan ruang taman baca dapat berjalan dengan lancar hingga selesai dan nantinya dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh warga madrasah.

“Dengan adanya ruang taman baca ini, kami berharap anak-anak memiliki tempat yang nyaman untuk membaca, belajar, berdiskusi, dan mengembangkan kreativitas. Kami juga berharap budaya literasi semakin tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di madrasah,” ungkap Hadi Rafitra Hasibuan 

Pembangunan ruang taman baca juga diharapkan dapat memperkuat berbagai program literasi yang selama ini telah dilaksanakan di madrasah. Kegiatan membaca dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk, seperti membaca buku secara mandiri, membaca bersama, kegiatan mendongeng, pojok baca, diskusi buku, hingga kegiatan menulis dan menyampaikan kembali informasi yang telah dibaca. Dengan demikian, taman baca nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan membaca buku, tetapi dapat berkembang menjadi ruang belajar yang aktif dan menyenangkan.

Para guru juga diharapkan dapat mengambil peran dalam menghidupkan ruang taman baca. Guru dapat mengajak peserta didik memanfaatkan fasilitas tersebut dalam proses pembelajaran maupun kegiatan pengembangan minat dan bakat. Dengan pendampingan guru, kegiatan membaca dapat menjadi aktivitas yang menarik dan tidak terasa sebagai sebuah kewajiban.

Bagi peserta didik, kehadiran ruang taman baca tentu menjadi kabar yang menggembirakan. Lingkungan membaca yang nyaman dapat memberikan pengalaman baru bagi anak-anak untuk mengenal berbagai pengetahuan melalui buku. Mereka dapat memilih bahan bacaan sesuai minat sekaligus belajar bertanggung jawab dalam menjaga dan merawat fasilitas bersama. Kegiatan peletakan batu pertama tersebut juga menjadi bukti bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya berorientasi pada peningkatan prestasi akademik, tetapi juga memperhatikan pembentukan karakter dan kebiasaan positif peserta didik MIN 7 Asahan.


Literasi merupakan salah satu fondasi penting dalam membentuk generasi yang mampu menghadapi perkembangan zaman. Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi, kemampuan membaca, memahami, memilah, dan menggunakan informasi secara bijak menjadi keterampilan yang sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, MIN 7 Asahan memiliki peran strategis dalam menanamkan budaya literasi sejak pendidikan dasar. Melalui penyediaan fasilitas yang memadai dan program yang berkelanjutan, peserta didik diharapkan tumbuh menjadi generasi yang gemar membaca, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, serta mampu mengembangkan potensi dirinya.

Peletakan batu pertama pembangunan ruang taman baca di MIN 7 Asahan tersebut pun menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Kementerian Agama, madrasah, guru, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung kemajuan pendidikan. Dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan agar pembangunan tidak berhenti pada tersedianya sarana fisik, tetapi dilanjutkan dengan pemanfaatan dan pengelolaan yang baik. Ruang taman baca harus dihidupkan dengan berbagai kegiatan positif sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik.

Dengan dimulainya pembangunan ruang taman baca ini, seluruh keluarga besar madrasah optimistis bahwa fasilitas tersebut nantinya dapat menjadi salah satu ikon literasi di lingkungan madrasah. Tempat tersebut diharapkan menjadi ruang yang penuh dengan aktivitas membaca, belajar, berdiskusi, dan berbagi pengetahuan. Peletakan batu pertama oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan akhirnya menjadi simbol sebuah harapan besar: lahirnya generasi madrasah yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama dan akademik, tetapi juga memiliki wawasan luas, karakter kuat, kreativitas tinggi, serta kecintaan terhadap ilmu pengetahuan.

Semoga pembangunan ruang taman baca tersebut dapat berjalan dengan lancar, selesai sesuai harapan, dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi seluruh peserta didik serta warga madrasah. Dengan semangat bersama, madrasah terus bergerak menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas, nyaman, religius, dan kaya akan budaya literasi(ms)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 10 October 2024
Lihat Semua Post