Bimas Katolik Kemenag Asahan Koordinasi Pembelajaran Agama Katolik di SD Negeri 013819 Sei Lama
Asahan (Humas BimKat). Plt. Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja, bersama deng...
Loading...
Oleh: Alb Irawan Dwiatmaja
Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan
Sebagai seorang umat beriman yang
mencintai liturgi, secara umum ada beberapa aspek yang patut kita ketahui
bersama sehingga dapat kita aplikasikan dalam hidup beriman kita. Salah satunya
adalah tiga sumber doa (tres fontes orationis). Ketiga jenis doa dalam
Katolik yaitu doa personal, doa devosional, dan doa liturgis tidak lahir begitu
saja. Ketiga doa tersebut berasal dari sumber yang menjadi pilar dan dasar iman
kekatolikan kita.
Ketiga sumber tersebut dapat
disebut dengan istilah “the core catholicsm” yang terdiri dari Kitab
Suci, tradisi, dan magisterium. Kitab Suci dan tradisi adalah tolok ukur Gereja
baik iman yang objektif maupun iman yang subjektif. Pertanyaan yang sering
muncul adalah, “Mengapa kita harus membaca Kitab Suci dan mendalaminya?” St.
Hieronimus pernah berkata: “Kalau kita tidak mengenal Kitab Suci berarti kita
juga tidak mengenal Yesus Kristus.” Kitab Suci adalah buku iman Gereja; Kitab
Suci adalah sabda Allah dalam bahasa manusia. Iman kita tumbuh dan berkembang
dengan membaca Kitab Suci.
Tradisi dalam bahasa Latin traditio
yang bermakna penerusan, dapat diartikan sebagai proses penerusan atau warisan
yang diteruskan kepada generasi berikutnya. Melalui Roh Kudus, seluruh umat
Allah diberi kemampuan untuk meneruskan ingatan, pengalaman, pengungkapan, dan
penafsiran atas pewahyuan diri Allah yang paling dasar, yang menjadi sempurna
dalam Kristus.
Magisterium berarti tugas untuk
mengajarkan Injil dan ajaran-ajaran Gereja resmi secara berwibawa atas nama
Yesus Kristus. Kuasa mengajar dimiliki oleh seluruh dewan para uskup dalam
kesatuan dengan uskup Roma. Magisterium menerapkan kebenaran Kristus yang
menyelamatkan untuk menerangi dan menjawab tantangan baru yang muncul dalam
setiap zaman dan keadaan. Kuasa mengajar ini berasal dari Kristus sendiri,
dibimbing oleh Roh Kudus dan dilaksanakan dalam seluruh komunitas orang beriman
yang merupakan penerima utama wahyu diri Allah.
Pada dasarnya, liturgi khas
Katolik Roma yang kita rayakan juga didasarkan pada tiga sumber utama yaitu
Kitab Suci, tradisi, dan magisterium. Liturgi Gereja Katolik Roma mengungkapkan
misteri Kristus yang sudah berlangsung sejak zaman para rasul yang diwariskan terus
menerus dan membantu kaum beriman untuk menghayati hakikat asli Gereja yang
sejati, serta memperlihatkan bahwa Gereja bersifat sekalgus manusiawi dan Ilahi
(bdk. SC 2).
Asahan (Humas BimKat). Plt. Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja, bersama deng...
Asahan (Humas BimKat). Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan bersama perwakilan Gereja Katolik Paroki Sakramen Mahakudus K...
Asahan (Humas BimKat). Plt. Kepala Penyelenggara Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, Alb. Irawan...