Loading...

  • Rabu, 29 Juli 2026

Katekese dari Penyuluh Katolik: Tiga Sumber Doa (Tres Fontes Orationis) dalam Katolik

-

Oleh: Alb Irawan Dwiatmaja

Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kab. Asahan

 

Sebagai seorang umat beriman yang mencintai liturgi, secara umum ada beberapa aspek yang patut kita ketahui bersama sehingga dapat kita aplikasikan dalam hidup beriman kita. Salah satunya adalah tiga sumber doa (tres fontes orationis). Ketiga jenis doa dalam Katolik yaitu doa personal, doa devosional, dan doa liturgis tidak lahir begitu saja. Ketiga doa tersebut berasal dari sumber yang menjadi pilar dan dasar iman kekatolikan kita.

Ketiga sumber tersebut dapat disebut dengan istilah “the core catholicsm” yang terdiri dari Kitab Suci, tradisi, dan magisterium. Kitab Suci dan tradisi adalah tolok ukur Gereja baik iman yang objektif maupun iman yang subjektif. Pertanyaan yang sering muncul adalah, “Mengapa kita harus membaca Kitab Suci dan mendalaminya?” St. Hieronimus pernah berkata: “Kalau kita tidak mengenal Kitab Suci berarti kita juga tidak mengenal Yesus Kristus.” Kitab Suci adalah buku iman Gereja; Kitab Suci adalah sabda Allah dalam bahasa manusia. Iman kita tumbuh dan berkembang dengan membaca Kitab Suci.

Tradisi dalam bahasa Latin traditio yang bermakna penerusan, dapat diartikan sebagai proses penerusan atau warisan yang diteruskan kepada generasi berikutnya. Melalui Roh Kudus, seluruh umat Allah diberi kemampuan untuk meneruskan ingatan, pengalaman, pengungkapan, dan penafsiran atas pewahyuan diri Allah yang paling dasar, yang menjadi sempurna dalam Kristus.

Magisterium berarti tugas untuk mengajarkan Injil dan ajaran-ajaran Gereja resmi secara berwibawa atas nama Yesus Kristus. Kuasa mengajar dimiliki oleh seluruh dewan para uskup dalam kesatuan dengan uskup Roma. Magisterium menerapkan kebenaran Kristus yang menyelamatkan untuk menerangi dan menjawab tantangan baru yang muncul dalam setiap zaman dan keadaan. Kuasa mengajar ini berasal dari Kristus sendiri, dibimbing oleh Roh Kudus dan dilaksanakan dalam seluruh komunitas orang beriman yang merupakan penerima utama wahyu diri Allah.

Pada dasarnya, liturgi khas Katolik Roma yang kita rayakan juga didasarkan pada tiga sumber utama yaitu Kitab Suci, tradisi, dan magisterium. Liturgi Gereja Katolik Roma mengungkapkan misteri Kristus yang sudah berlangsung sejak zaman para rasul yang diwariskan terus menerus dan membantu kaum beriman untuk menghayati hakikat asli Gereja yang sejati, serta memperlihatkan bahwa Gereja bersifat sekalgus manusiawi dan Ilahi (bdk. SC 2).

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 15 May 2024
Lihat Semua Post