Asahan (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Asahan H. Abdul Manan, MA., melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Taman Baca di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 7 Asahan. Kegiatan seremonial ini berlangsung khidmat di halaman MIN 7 Asahan dengan dihadiri oleh jajaran pejabat Kemenag, Kepala Madrasah MIN se Kabupaten Asahan, tenaga pendidik, Komite Madrasah, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.
Pembangunan taman baca ini diprakarsai sebagai langkah nyata Kementerian Agama Kabupaten Asahan dalam memfasilitasi kebutuhan literasi peserta didik sejak usia dini. Kehadiran fasilitas pendukung ini diharapkan dapat menciptakan atmosfer belajar yang menyenangkan, interaktif, dan tidak monoton di luar ruang kelas formal.
Dalam arahannya, Kakankemenag Asahan didampingi Kepala MIN 7 Asahan Dr. Hadirafitra, MA., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi dan mendukung terealisasinya proyek pembangunan taman baca tersebut. Beliau menegaskan bahwa budaya membaca merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi madrasah yang cerdas, kritis, dan berwawasan luas.
"Literasi adalah kunci utama menuju jendela dunia. Pembangunan taman baca di MIN 7 Asahan ini bukan sekadar membangun fasilitas fisik, melainkan upaya kita bersama dalam menanamkan kegemaran membaca dan membangun karakter peserta didik yang unggul serta berakhlakul karimah," ujar Abdul Manan dalam sambutannya.
Sementara itu, Kepala MIN 7 Asahan mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta dukungan penuh dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan. Pihak madrasah berkomitmen untuk mengawal proses pembangunan hingga selesai dan mengoptimalkan penggunaan taman baca tersebut untuk seluruh warga madrasah.
Taman baca ini dirancang dengan konsep ruang terbuka ramah anak (outdoor reading zone) yang nyaman dan asri. Selain menyediakan koleksi buku pelajaran dan bacaan umum, taman baca ini nantinya akan dilengkapi dengan sudut baca digital serta ruang diskusi kecil untuk menunjang kegiatan belajar berbasis Kurikulum Merdeka.
Acara peletakan batu pertama ini ditutup dengan doa bersama. Pihak Komite Madrasah dan orang tua siswa juga menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi merawat serta memperkaya koleksi buku, demi mewujudkan MIN 7 Asahan sebagai madrasah yang literat dan berprestasi.(FR)