Loading...

  • Selasa, 04 Agustus 2026

Dokter Kecil MIN 10 Asahan Tanam Apotek Hidup Di Madrasah

Pelaksanaan penanaman apotek hidup

Kisaran (Humas) Dokter Kecil MIN 10 Asahan melaksanakan kegiatan penanaman apotek hidup di lingkungan madrasah sebagai salah satu upaya mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat, hijau, dan edukatif. Kegiatan ini diikuti dengan penuh semangat oleh anggota Dokter Kecil bersama dewan guru serta mendapat dukungan penuh dari Kepala MIN 10 Asahan, Sartiji, S.Pd.I., M.M. Senin (3/08/2026)

Kegiatan penanaman apotek hidup dilaksanakan di area yang telah disiapkan di lingkungan madrasah. Berbagai jenis tanaman obat keluarga (TOGA) seperti jahe, kunyit, serai, lengkuas, lidah buaya, daun sirih, dan tanaman herbal lainnya ditanam secara bersama-sama oleh para peserta. Setiap tanaman dipilih karena memiliki manfaat bagi kesehatan dan dapat menjadi media pembelajaran bagi peserta didik.

Sebelum kegiatan dimulai, para anggota Dokter Kecil diberikan pengarahan mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan serta manfaat tanaman obat dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga diperkenalkan cara menanam, merawat, hingga memanfaatkan tanaman herbal sebagai bagian dari edukasi kesehatan sejak usia dini.

Kepala MIN 10 Asahan, Sartiji, S.Pd.I., M.M., menyampaikan apresiasi atas semangat dan kepedulian para anggota Dokter Kecil dalam melaksanakan kegiatan tersebut. Menurut beliau, apotek hidup tidak hanya memperindah lingkungan madrasah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap alam serta meningkatkan pengetahuan peserta didik mengenai manfaat tanaman obat tradisional.

"Melalui kegiatan ini kami berharap peserta didik dapat memahami bahwa tanaman obat memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Selain itu, mereka juga belajar untuk peduli terhadap lingkungan, bertanggung jawab merawat tanaman, dan membiasakan diri menjaga kebersihan serta keasrian madrasah," ujar beliau.

Para anggota Dokter Kecil tampak antusias saat menanam bibit tanaman di setiap titik yang telah disediakan. Dengan didampingi guru pembina, mereka bekerja sama menggali tanah, menanam bibit, menyiram tanaman, hingga memberikan penanda nama pada setiap jenis tanaman. Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong begitu terasa sepanjang kegiatan berlangsung.

Program penanaman apotek hidup ini merupakan salah satu bentuk implementasi pendidikan karakter dan budaya hidup sehat di MIN 10 Asahan. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik diajak untuk memahami bahwa menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan dengan berolahraga dan menjaga kebersihan, tetapi juga dengan mengenal berbagai tanaman herbal yang bermanfaat bagi tubuh.

Selain menjadi media pembelajaran, keberadaan apotek hidup di lingkungan madrasah diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana praktik bagi peserta didik dalam mengenal jenis-jenis tanaman obat beserta manfaatnya. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih kontekstual karena siswa dapat belajar langsung dari lingkungan sekitar.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari seluruh warga madrasah. Para guru berharap program apotek hidup dapat terus dikembangkan dan dirawat bersama sehingga menjadi salah satu ikon lingkungan sehat di MIN 10 Asahan. Tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan, keberadaan apotek hidup juga diharapkan mampu menumbuhkan karakter peduli lingkungan, kerja sama, serta rasa tanggung jawab pada diri setiap peserta didik.

Melalui kegiatan penanaman apotek hidup ini, MIN 10 Asahan kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan madrasah yang sehat, hijau, bersih, dan berwawasan lingkungan. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga peserta didik tumbuh menjadi generasi yang cerdas, sehat, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian alam dan lingkungan.(na)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 18 May 2024
Lihat Semua Post