Dari Sekretariat LPTQ Asahan, Semangat Al-Qur’an Menggema Menyongsong MTQN Sumut 2026
Bimbingan Penyuluhan Seni Budaya Islam
Loading...
Kisaran (Humas) — Di tengah suasana Ramadhan yang penuh ketenangan dan keberkahan, kegiatan Bimbingan Perkawinan menjadi ruang pembelajaran yang sarat makna bagi para calon pengantin. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 12 Maret 2026 pukul 09.00 WIB di Kantor KUA Kecamatan Kota Kisaran Timur, dan berlangsung dengan penuh kekhusyukan serta perhatian dari para peserta.
Bimbingan ini diisi oleh Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kota Kisaran Timur, Raja Dedi Hermansyah dan Makmur Hasibuan, yang menyampaikan berbagai materi penting tentang kehidupan rumah tangga dalam perspektif Islam. Dalam pemaparannya, keduanya menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar penyatuan dua insan, tetapi juga sebuah amanah besar yang harus dijaga dengan keimanan, kesabaran, dan kasih sayang.
Raja Dedi Hermansyah dalam bimbingannya menyampaikan bahwa bulan Ramadhan merupakan momentum yang sangat tepat untuk menanamkan nilai-nilai spiritual dalam membangun rumah tangga.
“Pernikahan bukan hanya tentang kebahagiaan hari ini, tetapi tentang perjalanan panjang menuju keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Ramadhan mengajarkan kita kesabaran, keikhlasan, dan pengendalian diri—nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi kokoh dalam rumah tangga,” ujarnya dengan penuh pesan.
Sementara itu, Makmur Hasibuan mengingatkan para peserta bahwa keberhasilan rumah tangga tidak hanya ditentukan oleh cinta semata, tetapi juga oleh komitmen, komunikasi yang baik, serta pemahaman terhadap hak dan kewajiban suami istri.
“Rumah tangga yang kuat lahir dari pasangan yang saling memahami, saling menghormati, dan selalu mendekatkan diri kepada Allah dalam setiap langkah kehidupan,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Penghulu KUA Kecamatan Kota Kisaran Timur, Muhammad Nasib, turut memberikan arahan kepada para calon pengantin mengenai pentingnya kesiapan mental dan spiritual sebelum memasuki kehidupan berumah tangga. Ia menegaskan bahwa pernikahan adalah ibadah yang sangat mulia, sehingga harus dipersiapkan dengan ilmu dan kesadaran yang matang.
“Melalui bimbingan perkawinan ini, diharapkan para calon pengantin memiliki bekal pengetahuan dan pemahaman yang cukup, sehingga mampu membangun keluarga yang harmonis, penuh cinta, dan diridhai oleh Allah SWT,” ungkapnya.
Suasana bimbingan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan, bahkan beberapa di antaranya aktif mengajukan pertanyaan seputar dinamika kehidupan rumah tangga.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa di tengah keheningan Ramadhan, bimbingan perkawinan bukan sekadar program pembinaan, tetapi juga menjadi cahaya yang menerangi jalan pasangan muda dalam menata kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. (RH)
Bimbingan Penyuluhan Seni Budaya Islam
Bimbingan Penyuluhan Keluarga & Narkoba
Bimbingan Penyuluhan Keluarga Sakinah