Loading...

  • Sabtu, 16 Mei 2026

Bimbingan Penyuluh Agama: Agar Tidak Menjadi Orang Bangkrut Di Akhirat

Bimbingan Penyuluhan Pengajian Haji

Kisaran (Humas) Dalam Bimbingan Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Asahan Raja Dedi Hermansyah Minggu, 19 Oktober 2025 di rumah Ibu Hj Fatimah Syam Jalan Sisingamangaraja Kelurahan Kisaran Timur menjelaskan Dalam Islam tentu tak hanya perkara dunia saja yang harus dipikirkan. Namun bagaimana caranya agar dunia ini bisa menjadi jalan untuk menggapai kehidupan yang lebih baik dan bahagia di akhirat kelak. Sehingga bagi setiap orang mukmin, mengetahui betul tentang amaliah apa saja yang membuat Allah SWT ridho kepada mereka. Kemudian, setelah amaliah itu dijalankan, hendaknya jangan sampai mencampurkannya dengan perbuatan tercela, kalau tidak ingin menjadi orang yang tergolong bangkrut di akhirat kelak.

Bagaimanakah arti sesungguhnya orang bangkrut menurut Rasulullah SAW? Secara gamblang Rasulullah SAW telah menjelaskan mengenai definisi orang yang bangkrut ini. Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah R.A, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tahukah kalian, siapakah muflis (orang yang bangkrut) itu?”, mereka (para sahabat) berkata, “Orang bangkrut yang ada diantara kami adalah orang yang tidak ada dirhamnya dan tidak memiliki barang”.

Rasulullah SAW berkata: “Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan sholat, puasa, dan zakat, tetapi ia juga pernah mencela si fulan, telah menuduh si fulan (dengan tuduhan yang tidak benar), memakan harta si fulan, menumpahkan darah si fulan, dan memukul si fulan. Maka diambillah kebaikan-kebaikannya dan diberikan kepada si fulan dan si fulan. Jika kebaikan-kebaikan telah habis sebelum cukup untuk menebus kesalahan-kesalahannya, maka diambillah kesalahan-kesalahan mereka (yang telah ia dzolimi) kemudian dipikulkan kepadanya, lalu iapun dilemparkan ke neraka.” (HR Muslim)

Agar kita tidak termasuk orang yang bangkrut di akhirat kelak, ada beberapa tips yang perlu dilakukan. Pertama, menjaga lisan. Menjaga lisan itu sangat penting, sebab lisan yang salah ucap tidak hanya dapat menyakiti hati orang lain, tetapi juga dapat menimbulkan masalah yang besar. Ketika seseorang sudah dapat menjaga lisannya, maka dia sudah dapat menjadi seorang muslim yang sebenarnya. Dan yang pasti lisannya tidak akan membuatnya bangkrut di akhirat.

Kedua, sisihkan hak orang lain dalam harta kita. Sedekah, infak, zakat dapat menjadi cara bagi kita untuk membersihkan harta. Sebab selalu ada hak orang lain di dalam harta yang kita miliki. Dari Al Mughirah bin Syu’bah, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Jauhilah oleh kalian mengatakan sesuatu yang tidak jelas sumbernya, menahan hak orang lain, membunuh anak-anak perempuan, durhaka kepada Ibu, dan menyia-nyiakan harta.”(HR Ahmad No.17520)

Ketiga, meminta maaf pada orang-orang yang pernah kita zalimi. Perbuatan dosa kepada Allah, kita dapat memohon ampun langsung kepada Allah. Namun dosa kepada manusia, baik itu menghina, mendzalimi atau menyakiti orang lain, maka dosa tersebut tidak akan diampuni kecuali harus dengan meminta maaf kepada orang yang sudah didzalimi tersebut. Itu sebabnya kita diajarkan untuk selalu meminta maaf ketika berbuat salah kepada orang lain. Dengan meminta maaf dan memaafkan bukan hanya dapat menimbulkan kasih sayang dari sesama, namun juga dapat menimbulkan keridhaan Allah terhadap mereka.Tausiyah Pengajian Haji Raja Dedi Hermansyah (RH)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 13 May 2024
Lihat Semua Post